Rabu, 11 Februari 2015

TELUR

ini obrolan dengan teman kantor tadi pagi tentang situasi dan kondisi kantor saat ini. tapi disini yang akan saya tulis bukan obrolannya atau pun tentang sikon kantor. yang akan saya tulis adalah tentang TELUR.

sekolah bisa diibaratkan sebagai alat penetas telur / inkubator. murid adalah telur-telur yang akan ditetaskan. guru adalah "petetas" telur-telur tersebut. setiap tahun ajaran baru, berbagai jenis telur masuk ke sekolah. dari telur cicak sampai dengan telur buaya, dari telur puyuh sampai dengan telur burung onta, mungkin juga telur dinosaurus???

setiap jenis telur punya masa inkubasi yang berbeda-beda, dan juga membutuhkan perlakuan yang berbeda. misalnya telur ayam hanya butuh 21 hari untuk menetas menjadi anak ayam, berbeda dengan telur itik (bebek) yang lebih lama sedikit sekitar 30 hari untuk menetas. walaupun ayam dan itik sama-sama dari jenis unggas. belum denga telur-telur dari jenis yang lain. pasti akan ditemui banyak sekali perbedaan perlakuan untuk penetasan.

kemudian dari berbagai jenis telur-telur tadi masuk di inkubator yang sama. harapannya adalah telur-telur tadi bisa menetas diwaktu yang sama. harapan tersebut tidak salah apabila diterapkan pada jenis telur yang sama. sedangkan telur yang berbeda jenis butuh perlakuan yang berbeda pula. jika dipaksakan dengan perlakuan yang sama, misalnya dengan tata cara penetasan telur, maka hasilnya pasti "mengecewakan". telur-telur yang kecil pasti akan pecah, telur-telur yang besar bisa jadi belum siap menetas alias busuk/bungker. hanya sebagian kecil saja dari telur-telur tersebut yang bisa menetas dengan sempurna. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar