Rabu, 28 Januari 2015

INGIN TAHU

Manusia punya rasa ingin tahu yang tinggi dan ini adalah dasarnya belajar dan pembelajaran
Tapi kebanyakan manusia hanya ingin tahu apa "yang ingin dia tahu".
Sebelum tahu sesuatu, ia sudah mematok, mengharapkan, atau menetapkan standart keingintahuan
Begitu yang diketahui (realitas) berbeda dengan yang diharapkan akan timbul kekecewaan. Dan inilah sumber masalah/konflik.
Idealisnya manusia harus menjadi "gelas kosong". Jadi setiap "rasa keingintahuan" bisa ditampung lebih banyak. Jika gelas sudah terisi sebagian, maka yang ditampung ya hanya "sebagian". Apabila sudah penuh, maka tidak ada yang bisa ditampung sama sekali alias "tumpah“

Jadilah bodoh jika ingin pintar
Tutuplah mulutmu jika ingin mendengar
Mulailah dari yang kecil untuk meraih yang besar

Minggu, 25 Januari 2015

Bodoh, Sesal, dan Dosa

Ini kesekian kalinya saya merasa bodoh dan menyesal serta berdosa.
Bodoh karena saya sudah lupa sebagian besar materi/pelajaran dulu sewaktu menjadi siswa.
Menyesal, mengapa dulu tidak bersungguh-sungguh dalam belajar
Berdosa karena sekarang tidak bisa sepenuhnya mentransfer ilmu kepada anak didik saat ini.

Benar adanya jika "belajar" itu harus setiap saat. Karena suatu saat kita pasti "dituntut" untuk "bertanggung jawab" terhadap apa-apa yang telah kita pelajari sebelumnya.

Jumat, 23 Januari 2015

belajar

Belajar bukan berarti hanya sekolah ...
Belajar bukan berarti hanya membaca buku ...
Tapi juga belajar dari setiap kejadian ...
Belajar dari apa yang bisa dilakukan ...
Agar hidup ke depan lebih baik ...

Aku belajar diam dari banyaknya bicara
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan
Aku belajar menangis dari kebahagiaan
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup adalah BELAJAR
Belajar bersyukur meski tak cukup
Belajar ikhlas meski tak rela
Belajar taat meski berat
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar sabar meski terbebani
Belajar memberi meski tak seberapa
Belajar mengasihi meski disakiti
Belajar tenang meski gelisah
Belajar percaya meski susah

Ayo BELAJAR dan TERUS BELAJAR ... Belajar sampai pada akhirnya Yang Kuasa yang akan menyempurnakan

#pendidikan_karakter

Kamis, 22 Januari 2015

Bukan Benci

Bukan Benci yang membuat jarak diantara hubungan antar sesama manusia.
Bukan Benci yang membuat "saya menjauhi kamu".
tetapi perasaan KECEWA pada sesama.
Mendekat dan menjauhnya seseorang dalam hidup kita bergantung dengan perasaan Kecewa satu sama lainnya.
Kenapa Kecewa terjadi?
Karena tidak terpenuhinya harapan. saat seseorang tidak pandai mengatur pengharapannya maka besar kemungkinan dia akan kecewa.
Perlukah belajar kecewa?
Perlu, agar kita dapat lebih dewasa serta pandai mengatur pengharapan kita.
Saat kita pandai mengatur pengharapan kita, maka respon kita didalam "relationship" akan semakin baik.
Mengatur kecewa adalah dengan belajar mengatur pengharapan.
Semoga Bermanfaat.

#pendidikan_karakter

Rabu, 21 Januari 2015

MENILAI KUALITAS SEKOLAH dan GURU

4 Pertanyaan Penting Bagi Sekolah dan Guru
(MENILAI KUALITAS SEKOLAH dan GURU)
Selama ini ujian identik dengan sesuatu yang dilakukan kepada murid. Ada ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional, dan ujian-ujian lain. Penguasaan anak terhadap materi pelajaran diukur berdasarkan nilai yang diraih saat mengerjakan ujian.
Saya rasa tidak adil bila ujian hanya berlaku satu arah, sekolah/guru menguji murid. Bagaimana bila murid juga mendapat kesempatan untuk menguji kualitas sekolah dan guru?
Lalu, bagaimana caranya menguji kualitas sekolah / guru?
Mudah sekali. Saat kelulusan, tanyakan kepada murid, pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Bagaimana kesan Anda terhadap sekolah dan guru-guru Anda? - Apakah kenangan Anda terhadap sekolah dan guru-guru Anda?
Lebih banyak mana, kenangan positif atau negatif?
- Bila Anda punya anak, apakah Anda akan menyekolahkan anak-anak Anda di sekolah tempat Anda dulu bersekolah?
- Bila Anda punya anak, apakah Anda bersedia bila anak-anak Anda diajar oleh guru-guru yang sama dengan yang dulu mengajar Anda?
- Apakah Anda merasa sebagai pribadi yang berharga, didukung, dan dicintai selama Anda bersekolah dan setelah lulus?
Semoga bermanfaat
by: Adi W Gunawan

#pendidikan_karakter

Senin, 19 Januari 2015

Itulah manusia

Ada seorang anak sedang mondar-mandir di depan pintu rumahnya. Terlihat sibuk mencari sesuatu yang jatuh. Beberapa saat kemudian, datang seseorang karena penasaran dengan apa yanh sedang dikerjakan anak tersebut. Terjadila percakapan;
Orang : "apa yang sedang kamu kerjakan?"
Anak : "uangku tadi jatuh"
Orang : "jatuhnya dimana?"
Anak : "di dalam"
Orang : "kenapa dicari di luar?"
Anak : "di dalam gelap. Di luar lebih terang"

Jauh sebelumnya, cerita di atas sudah sering saya dengar. Tapi hanya sebatas lelucon. Yang berakhir dengan tawa ringan. Tapi jauh di dalam hati ada tanda tanya yang menggantung. Pertanyaan tentang makna dari cerita di atas.

Baru dua tahunan terakhir saya memahami arti cerita di atas. "Anak" itu dianalogikan adalah "manusia". "Uang" dianalogikan sebagai "potensi/bakat/harta". "Di dalam" diartikan sebagai "diri sendiri". Sedangkan "di luar" diartikan sebagai "orang lain/dunia luar".

Sebagai manusia kita cenderung melihat hal-hal yang ada di luar, yang dicapai orang lain. Kita sering abai pada diri sendiri. Kita lupa bahwa dalam diri sendiri tersimpan "potensi" yang mungkin bisa melampaui orang lain.

Sabtu, 17 Januari 2015

Apa???

Ide kemana kau pergi
Inspirasi janganlah sembunyi
Tinggallah barang sejenak
Nikmati curahan dalam benak
Jika kau terus diam
Mohon jangan membungkam
Aku ingin bicara
Ucapkan kata demi kata
Tak harus terangkai indah
Ungkapkan segala gundah

Jumat, 16 Januari 2015

Bahagia

Pada dasarnya tidak ada yang bisa membuat orang lain bahagia. Jika ada yang meng-"aku-aku" bisa membahagiakan orang lain, alangkah sombongnya dia. Dan yang berhak sombong cuma Allah. Secara tidak langsung dia sudah mengaju sebagai Tuhan.
Sekeras apapun usaha seseorang, tidak sekali pun atau sedikit pun yang bisa membuat orang lain bahagia. Karena bahagia itu hak masing-masing individu. Terserah masing-masing mau menggunakan haknya atau tidak. Jadi bahagia itu dasarnya terbukanya mata dan hati untuk melihat dan menerima usaha seseorang yang ditujukan kepada orang lain.
Bahagia tidak mengenal waktu
Ceria punya durasi

Bahagia ada di hati
Ceria yang tampak di pipi

Minggu, 11 Januari 2015

berproses

kembali lagi membuka memori lama
pelajaran-pelajaran yang pernah diterima
semasa menjadi siswa dan mahasiswa
sesal kembali terasa
terutama waktu yang terbuang sia-sia

sekarang waktunya berbagi
apa-apa yang pernah dialami
semoga bisa dipahami
oleh mereka yang mencoba mandiri
mencoba menemukan jati diri