Senin, 23 September 2019

SINETRON INDIA DAN SINETRON INDONESIA

Sinetron kependekan  dari sinema elektronik (menurut mbak wiki)

ini adalah fenomena yang ada di masyarakat, sehari-hari kita dicekoki tontonan sinetron di televisi dari berbagai genre. saya adalah salah satu peminatnya, tapi cukup selektif. kenapa begitu? ini subyektifitas dari diri saya sendiri. karena tidak semua sinetron bisa saya nikmati dan ditonton. karena menurut saya yang saya tonton harus bisa jadi tuntunan

"diberi"

sebenarnya apa sih yang benar-benar mutlak milik kita sendiri??? jawabannya tidak ada satu pun yang menjadi "milik sendiri". segala hal yang ada pada diri kita adalh "pemberian". manusia hanyalah penerima, itu pun setelah kita terima pasti akan lepas lagi. contoh sederhana adalah udara, kita bernafas menghirup udara, gak sampai lama kita lepaskan lagi. bicara soal rejeki misalnya, kita sebenarnya ya hanya sebagai jembatan rejeki orang lain.

RESUME BUKU GURU NOW UNTUK KIDS ZAMAN NOW


RESUME BUKU





1.     Judul Buku                  : GURU NOW UNTUK KIDS ZAMAN NOW
2.     Penulis                       : Alifiana Nufi
3.     Editor                        : Tim Editor
4.     Desain Sampul            : Amalia Asrari
5.     Penerbit                     : DIVA Press
6.     Alamat Penerbit          :Sampangan Gg. Perkutut No. 325-B Jl. Wonoasri
  Baturetno Banguntapan Yogyakarta
7.     Tahun Terbit               : 2018
8.     Jumlah Halaman          : 64 halaman, 7 Bab
9.     Cetakan                     : Pertama


BAB I
UCAPAN DOSEN YANG MENGGELITIK HATI

1.     Menjadi guru memang bukan pilihan utama setelah lulus dari SMA.
2.     Menjalani kuliah dengan setengah hati, karena belum rela menjadi guru.
3.     Jaranng ada anak dengan peringkat atas yang mau menjadi guru.
4.     Peringkat tidak menjamin kepintaran orang dalam menyampaikan pelajaran.
5.     Profesi guru di negara maju yang dipilih adalah orang-orang dengan peringkat atas.
6.     Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru.

REFLEKSI :
Menjadi guru adalah pekerjaan pengadian, maka dibutuhkan motivasi yang kuat untuk menjalaninya. Jika profesi guru dilaksanakan hanya untuk “tidak mengganggur”, hasilnya ya biasa-biasa saja, mungkin cenderung merugikan sekolah tempat mengajarnya. Guru harus punya sumbangsih yang signifikan minimal pada tempat ia mengajar, lebih-lebih prestasi yang bisa mengharumkan nama negara dan bangsa.


BAB II
MOTOR NINJA MENINGKATKAN KETAMPANAN

1.     Menjadi guru itu gampang-gampang susah. Juga berperan sebagai orang tua kedua bagi murid.
2.     Sekolah mempunyai peraturan yang berbeda dengan sekolah lain.
3.     Beberapa siswa mengeluh karena dianggap anak-anak bermasalah karena potongan rambut yang terlalu cepak.
4.     Aturan sekolah lebih cenderung peraturan yang berkaitan dengan sikap dan kedisiplinan.
5.     Perusahaan lebih menyukai lulusan yang punya attitude baik.
6.     Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam melatih kedisiplinan anak.
7.     Para siswa mempunyai definisi sendiri tentang apa yang disebut “keren”.
8.     Kerja sama anatara wali murid, wali kelas, dan guru BK sangat dibutuhkan untuk menangani masalah anak.


REFLEKSI :
Siswa yang bermasalah tidak serta merta dijustifikasi sebagai anak nakal. Mungkin mereka sedikit membutuhkan perhatian yang lebih. Orang tua, wali murid, dan guru BK harus bijak dalam menangani siswa yang bermasalah, karena pada dasarnya setiap individu itu unik. tata tertib sekolah harus menitikberatkan pada pembentukan mental dan attitude yang baik. Akan percuma jika siswa berprestasi tinggi tapi tidak punya sopan santun.


BAB III
KETIKA KENYATAAN TAK SEMANIS RANYUAN MANT

1.     Belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions) yang kemudian menimbulkan reaksi (response). Conditioning Pavlov.
2.     Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan.
3.     Keinginan dari dalam diri sendirilah yang memegang peranan dalam memilih dan menentukan perbuatan dan reaksi apa yang akan dilakukan.
4.     Penerapan reward dan punishment, reward sebagai apresiasi dan punishment sebagai motivasi.

REFLEKSI :
Yang diajarkan oleh seorang guru juga harus realita bukan hanya teori atau teksbook. Memotivasi siswa untuk menyiapkan diri bahwa dikehidupan setelah sekolah kadang tidak semudah apa yang dibayangkan. Kedisiplinan dan pantang menyerah haruslah dimiliki setiap siswa jika ingin impiannya tercapai.


BAB IV
TUNGGANGAN BERBANDING LURUS DENGAN GEBETAN

1.     Definisi keren menurut murid-murid adalah dengan melanggar aturan.
2.     Murid-murid harus mempunyai filter dalam menonton atau membaca sesuatu.
3.     Penggunaan media sosial harus terkontrol dengan baik.
4.     Kelas cowok cenderung susah diatur, lebih kompak, tidak terlalu banyak komentar, tidak gampang sakit hati jika ditegur.
5.     Kelas cewek cenderung lebih mudah diatur, bersih dan rapi, kurang kompak, lebih peka (gampang tersinggung).
6.     Jika ada masalah dengan sesama murid harus diselesaikan bersama-sama dengan wali kelas.
7.     Siswa baru sadar ketika sudah melihat bukti langsung dari lingkungan yang terdekat.
8.     Terkenal karena prestasi jauh lebih bertahan lama dari pada terkenal karena sensasi.

REFLEKSI :
Semua masalah sebenarnya bisa diatasi, asal ada kerjasama yang baik antara siswa dengan pihak terkait. Selain itu, peran guru untuk mengarahkan siswa agar belajar menyelesaikan masalahnya. Masalah-masalah yang dialami dijadikan pembelajaran agar di masa depan nanti, mereke tidak melakukan kesalahan yang sama.


BAB V
MUNGKIN MEREKA LELAH

1.     Pemberian tugas tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan anak, itu kurang sesuai dan mungkin akan membuat anak stres.
2.     Pengaturan kelompok bisa menjadi solusi untuk meringankan beban tugas siswa dan melatih kerja sama.
3.     Petingnya koordinasi antara guru-guru mata pelajaran dalam menyampaikan tugas untuk siswa.
4.     Hukuman untuk siswa sebaiknya cenderung mengarah pada sesuatu yang membuat mereka “sibuk”

REFLEKSI :
Guru-guru yang mengampu mata pelajaran serumpun sebaiknya berkoordinasi dalam pemberian tugas kepada siswa. Sehingga pemahaman siswa bisa lebih komprehensif terhadap suatu pelajaran. Karena pada dasarnya mata pelajaran di sekolah itu saling terkait dan saling mendukung.


BAB VI
LDR DENGAN GURUKU

1.     Penggunaan aplikasi media sosial untuk pembelajaran jarak jauh.
2.     Modul beserta latihan bisa dikopi siswa untuk belajar secara mandiri.
3.     Menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
4.     Menciptakan susasana pembelajaran yang berbeda-beda untuk menghindarkan siswa dari kejenuhan.

REFLEKSI :
Guru juga harus uptodate. Bijak dalam memanfaatkan media sosial. Salah satunya bisa memberika tugas kepada siswa dengan berselancar di internet. Atau mengerjakan dan mengirimkan tugas via aplikasi yang ada di smartphone. Sekolah pun harus mendukung, integrasi tekonologi informasi dan komunikasi saat ini harus diaplikasikan pada proses pembelajaran di sekolah. Dukungan sarana dan prasarana mutlak dilaksanakan.


BAB VII
FUN LEARNING UNTUK PELAJAR ZAMAN NOW

1.     Guru harus berinovasi dalam pembelajaran di kelas.
2.     Siswa akan lebih fokus dalam belajar jika dalam keadaan rileks.
3.     Mengembalikan konsentrasi siswa bisa dilakukan dengan melakukan game konsentrasi.
4.     Pada dasarnya siswa lebih mempercayai apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
5.     Bermain (game) bisa menjadi sarana melatih keterampilan yang dibutuhkan murid untuk memahami pelajaran.
6.     Murid zaman sekarang lebih menyukai cara belajar fun learning dan interaktif.

REFLEKSI :
Guru perlu memotivasi diri untuk semakin menyukai beragam permainan sebagai salah satu media dalam pembelajaran. Kreatif dan inovatif dalam menciptakan susana belajar agar siswa lebih fokus dan lebih mudah menerima materi pelajaran. Menjadi guru kadang menyebalkan, tetapi lebih menyenangkan. Bukan hanya murid yang belajar kepada guru, tetapi guru juga belajar dari murid. Tiada kebahagiaan yang dirasakan guru kecuali melihat anak-anak didiknya berhasil mencapai impian mereka.

Jumat, 20 September 2019

Resume Buku Tumbuhkan Minat kembangkan Bakat




RESUME BUKU


1.     Judul Buku                  : TUMBUHKAN MINAT KEMBANGKAN BAKAT
2.     Penulis                       : Harun Iskandar
3.     Editor                        : Ratna & Hadinoto
4.     Desain Sampul             : Bam suto
5.     Penerbit                     : ST Book
6.     Tahun Terbit               : 2010
7.     Jumlah Halaman          : 102 halaman, 3 Bab
8.     Cetakan                     : Pertama


BAB I
KENALILAH BAKAT ANDA

1.     Menyadari bahwa dalam diri sendiri ada sesuatu yang berharga.
2.     Menggali bakat lewat berbagai bidang yang disukai.
3.     Mencari alternatif bidang lain.
4.     Melihat dari keberhasilan orang lain.
5.     Mengenal bakat lewat pertolongan psikolog.

REFLEKSI :
Setiap orang memiliki karakteristik, kemampuan dan bakat yang berbeda. Perbedaan pada setiap orang ini menyebabkan banyaknya bidang yang mereka garap, dimana satu sama lainnya berkesempatan untuk menggeluti dan menikmati hasil yang diperolehnya. Dengan menyadari bahwa padi diri kita ada potensi dan jika diberi kesempatan untuk berkembang akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Karakteristik, kemampuan dan bakat harus dikembangkan dan diasah seiring waktu. Akan sangat disayangkan jika potensi pada diri kita diabaikan atau dibiarkan terpendam.


BAB II
MENGEMBANGKAN BAKAT

Faktor yang turut mempengaruhi tampilnya bakat;
1.   Faktor motivasi adalah bahan bakar berkembangnya bakat seseorang, motivasi yang kuat akan memunculkan gairah dan semangat yang kuat untuk berkembang
2.    Faktor nilai adalah persepsi terhadap potensi atau bakat yang dimiliki, persepsi positif akan mendorong seseorang berkembang, persepsi negatif membuat orang mengabaikan bakatnya
3.     Faktor minat adalah ketertarikan atau keinginnan seseorang terhadap potensi yang ada pada dirinya.
4.   Faktor kepribadian adalah karakteristik yang berbeda-beda pada masing-masing individu, kepribadian yang bagus akan mendukung individu-individu mencapai keberhasilan.

REFLEKSI :
Seseorang yang ingin mengembangkan bakatnyaterlebih dahulu harus mempunyai motivasi yang kuat, mempunyai persepsi positif, mempunyai keinginan selalu lebih baik, dan berkepribadian yang bagus. Tanpa empat faktor tersebut, proses pengembangan bakat akan berjalan lambat bahkan cenderung berhenti ditengah jalan. Dalam proses mengembangkan bakat juga harus didukung dengan belajar atau berlatih secara kontinyu, menjaga kestabilan motivasi, memberi penguatan (reinforcement), sarana yang cukup, dan ketersediaan biaya.


BAB III
MERAIH PRESTASI

1.     Menghargai waktu
2.     Mendisiplinkan diri
3.     Menguatkan niat
4.     Belajar tak mengenal lelah
5.     Tidak gampang menyerah
6.     Tidak menyia-nyiakan kesempatan
7.     Berani mencoba
8.     Menghilangkan keraguan
9.     Melenyapkan kebosanan

REFLEKSI :
Prestasi tentunya tidak dapat diraih dengan mudah, kesempatan bagus yang bertemu dengan kesiapan diri akan menghasilkan prestasi. Kesempatan bisa datang kapan saja, tetapi kesiapan diri harus dijaga setiap saat. Ibarat tentara siap maju ke medan perang setiap saat. Kesiapan diri bisa dipelihara dengan cara menghargai waktu, mendisipinkan diri, menguatkan niat, belajar tak kenal lelah, tidak gampang menyerah, tidak menyia-nyiakan kesempatan, berani mencoba, tidak ada keraguan, dan melenyapkan kebosanan.