Ada seorang anak sedang mondar-mandir di depan pintu rumahnya. Terlihat sibuk mencari sesuatu yang jatuh. Beberapa saat kemudian, datang seseorang karena penasaran dengan apa yanh sedang dikerjakan anak tersebut. Terjadila percakapan;
Orang : "apa yang sedang kamu kerjakan?"
Anak : "uangku tadi jatuh"
Orang : "jatuhnya dimana?"
Anak : "di dalam"
Orang : "kenapa dicari di luar?"
Anak : "di dalam gelap. Di luar lebih terang"
Jauh sebelumnya, cerita di atas sudah sering saya dengar. Tapi hanya sebatas lelucon. Yang berakhir dengan tawa ringan. Tapi jauh di dalam hati ada tanda tanya yang menggantung. Pertanyaan tentang makna dari cerita di atas.
Baru dua tahunan terakhir saya memahami arti cerita di atas. "Anak" itu dianalogikan adalah "manusia". "Uang" dianalogikan sebagai "potensi/bakat/harta". "Di dalam" diartikan sebagai "diri sendiri". Sedangkan "di luar" diartikan sebagai "orang lain/dunia luar".
Sebagai manusia kita cenderung melihat hal-hal yang ada di luar, yang dicapai orang lain. Kita sering abai pada diri sendiri. Kita lupa bahwa dalam diri sendiri tersimpan "potensi" yang mungkin bisa melampaui orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar